Revolutionizing Connectivity with QoS in 5G and AI

blog-The Guard of Service, Get Ready to Go into The Era of 5GAI

Table of Contents

Revolutionizing Connectivity with QoS in 5G and AI

Di era storage modern sekarang, kapasitas sistem storage bukan lagi jadi kekhawatiran utama para profesional IT. Fokusnya sudah bergeser ke hal lain: “Bagaimana caranya saya bisa memberikan dan menjaga performa terbaik untuk aplikasi tertentu?” Hal ini makin penting terutama di lingkungan virtual, di mana I/O storage dipakai bersama-sama, atau ketika storage harus melakukan backup sekaligus file sharing di waktu yang sama. Satu kondisi yang paling krusial adalah menurunkan response time pada volume tertentu, supaya aplikasi yang berjalan di atasnya tidak mengalami delay layanan. Misalnya, di lingkungan video editing, frame bisa hilang kalau response time terlalu lama. Di sinilah fungsi QoS (Quality of Service) storage sangat dibutuhkan untuk menjaga stabilitas performa.

Apa itu QoS?

QoS, adalah singkatan dari “Quality of Service”. Sederhananya, QoS adalah fitur pembatas (limit) yang bisa diatur oleh user untuk IOPs dan MB/s pada tiap volume/LUN (Virtual Disk). 

Batas QoS ditegakkan secara ketat, i.e., jika Anda menetapkan limit 1000 maka volume tersebut hanya akan mendapat tepat 1000 IOPS sejak detik pertama dan tidak akan pernah melebihi 1000 IOPS, sehingga resource lain bisa tetap dialokasikan ke volume yang berbeda. Saat ini tidak ada kemungkinan bursting, dan limit dapat diubah kapan saja.Beberapa customer menggunakan limit IOPS dan MB/s hanya untuk membatasi outlier atau user yang “boros” resource, sementara yang lain memberikan limit besar pada semua volume (misalnya 50.000 IOPS) untuk memastikan satu VM atau sedikit VM tidak menguasai seluruh kapasitas host (sekitar 200k–300k IOPS per host, tergantung CPU dan network).Ada banyak bentuk QoS seperti Network QoS, VM QoS, dan Storage QoS, dan yang kita bahas di sini.

Bagaimana QoS Mendukung Performa 5G

Semakin banyak perusahaan menggunakan storage untuk backup data dan file sharing. Namun, jika jumlah pengguna yang mengakses storage sangat besar dan mereka harus melakukan backup data secara rutin saat storage juga sedang dipakai, hal ini bisa menimbulkan bottle-neck atau hambatan aliran data. Di sinilah peran QoS menjadi sangat penting, karena IT personnel membutuhkan fungsi ini untuk melakukan flow control dan mengatur arus I/O saat peak maupun off-peak.

Tujuannya adalah mengelola arus I/O secara efisien pada storage, yang biasanya memiliki banyak volume dan digunakan oleh banyak user/host sekaligus. Menjaga ketersediaan resource (baik IOPS maupun MB/s) pada volume tertentu sangatlah penting. Backup data itu memang krusial (untuk mencegah risiko bencana), tetapi tidak mendesak. Memberikan layanan yang stabil untuk user lebih utama, karena itulah yang langsung berdampak pada bisnis.

Lingkungan seperti apa yang membutuhkan QoS?

Virtualization:

Performa storage dari sebuah virtual machine (VM) di lingkungan cloud computing bisa terpengaruh oleh VM lain yang menggunakan storage fisik yang sama. Sementara itu, kebutuhan user terhadap kualitas layanan (QoS) terus meningkat, sehingga menimbulkan tantangan baru bagi lingkungan virtualisasi. Dengan QoS, kualitas layanan storage bisa dijaga melalui monitoring dan prediksi performa berbasis heuristik.

Untuk membuat lingkungan VM berjalan lebih lancar, terutama di lingkungan campuran antara backup dan file sharing, QoS sangat dibutuhkan untuk mengatur aliran I/O. QoS membantu mengendalikan seluruh lingkungan storage, baik saat banyak I/O front-end yang dibutuhkan, maupun saat proses backup background berjalan, sehingga distribusi aliran tetap seimbang.

Video Editing:

Dalam proses editing audio-visual, QoS sangat membantu untuk mencegah terjadinya frame drop yang bisa mengganggu hasil akhir.

Bagaimana dengan Latency?

Latency juga menjadi faktor kritis. Terutama pada SSD/NVMe all-flash array, yang dibutuhkan bukan hanya IOPS tinggi untuk random pattern, tetapi juga latency rendah (response time singkat). Dalam konteks AI , respons 5G maupun aplikasi real-time lainnya, tidak ada sistem yang bisa mentoleransi maupun aplikasi real-time lainnya, tidak ada sistem yang bisa mentoleransi delay lebih dari hitungan milidetik. Dunia komputasi sekarang bahkan sudah bergerak ke arah micro-second level, di mana setiap keterlambatan kecil saja bisa berdampak besar.

QoS Strategi QoS untuk Pengalaman Pengguna yang Seamless

 Perangkat storage dari berbagai brand besar umumnya sudah memiliki QoS software masing masing, dan fitur QoS kini telah menjadi implementasi dasar di lingkungan IT modern. Setiap brand memiliki karakteristik tersendiri, tetapi tujuan akhirnya sama: membantu IT personnel mengatur kualitas layanan ke kondisi terbaik sehingga pengguna dapat merasakan pengalaman yang lebih lancar.

Lihat tabel di bawah ini, setiap vendor punya fokus utama dalam desain QoS mereka. Namun, kunci terpenting ada pada Response Time Setting – dengan kombinasi IOPS tinggi dan latency rendah yang bisa dijamin melalui pengaturan QoS, tujuan performa optimal di lingkungan seperti yang disebutkan sebelumnya dapat tercapai.

blog-QoS Feature

Here are the references from StorageReview:

https://www.storagereview.com/review/qsan-xcubenas-3126d-all-flash-array-review

https://www.storagereview.com/news/hp-announces-all-flash-3par-storeserv-7450-array-at-cost-of-disk

https://www.storagereview.com/news/pure-storage-enhances-purity-for-flasharray-flashblade

They all reveal that lower latency with high random IOPS will fit in the environment with the application respectively.

Official Blog

Latest Trends and Perspectives in Data Storage Management