Ancaman Keamanan Data Terbesar Saat Ini
Di era digital saat ini, keamanan data menjadi sangat penting karena data merupakan aset paling berharga bagi perusahaan. Kecuali perusahaan sama sekali tidak menggunakan perangkat digital, transformasi alami dunia kerja menuju lingkungan digital telah menjadikan data sebagai sumber utama keunggulan kompetitif.
Data inti, khususnya, tidak dapat dipisahkan dari setiap bisnis karena berisi hak kekayaan intelektual, informasi keuangan, rahasia dagang, hingga data operasional.
Data inti adalah jantung dari setiap bisnis: mencerminkan operasi, reputasi, sekaligus pendapatan perusahaan. Gangguan layanan akibat kerusakan data inti dapat menimbulkan kerugian besar. Data yang rusak membutuhkan waktu dan biaya untuk diperbaiki; studi menunjukkan bahwa biaya perbaikan (termasuk downtime, kehilangan pesanan, biaya operasional, dan lain-lain) meningkat dari rata-rata 1,16 juta USD pada tahun 2020 menjadi 2,34 juta USD pada tahun 2021.
Dampak Serangan dari Orang Dalam
Seiring dengan perkembangan infrastruktur komputer dan teknologi, serangan ransomware semakin meluas di era pertumbuhan pesat ini. Secara khusus, serangan ransomware telah berkembang menjadi isu paling mendesak pada tahun 2021.
Menurut laporan keamanan siber dari SonicWall, jumlah serangan ransomware global hanya dalam paruh pertama tahun 2021 telah melampaui 304,7 juta — angka ini lebih dari dua kali lipat jumlah total serangan di tahun 2020 (304,6 juta), dengan peningkatan sekitar 151% year-to-date.

Ancaman Data yang Umum dan Kerugiannya
Seperti pepatah mengatakan, “kenali musuhmu”: untuk mencegah ancaman data, kita harus terlebih dahulu memahami sumber serangan tersebut. Sekitar 15% ancaman data berasal dari serangan Distributed Denial of Service (DDoS). DDoS menggunakan lalu lintas dalam jumlah besar untuk membebani jaringan dan sumber daya perusahaan hingga melumpuhkan layanan, yang pada akhirnya menyebabkan penghentian operasional dan kerugian finansial. Setiap serangan DDoS berpotensi menimbulkan kerugian lebih dari 40.000 USD per jam per insiden, sementara total kerugian dapat melampaui 500.000 USD.
Sumber ancaman data lainnya, sekitar 10%, berasal dari kebocoran data (data breach). Peretas menggunakan serangan brute force atau spear-phishing untuk memperoleh akses tidak sah ke data Anda, lalu mengancam untuk membocorkan data inti, informasi keuangan, maupun kekayaan intelektual kecuali tebusan dibayarkan. Setiap detik di seluruh dunia, setidaknya 900 data bocor, dengan kerugian rata-rata diperkirakan sekitar 4 juta USD per insiden kebocoran data berskala besar.
Ancaman data yang paling umum, mencakup hingga 50% dari seluruh sumber ancaman data, adalah ransomware, yang juga dikenal sebagai serangan Denial-of-Service (DoS). Biaya rata-rata pemulihan dari serangan ransomware pada tahun 2021 mencapai 1,85 juta USD. Hanya 8% organisasi di AS yang berhasil memulihkan seluruh data yang disusupi meskipun sudah membayar tebusan. Ransomware umumnya disebarkan melalui teknik whale phishing yang menipu karyawan untuk mengunduh malware. Malware ini mengenkripsi data inti secara menyeluruh, sehingga menghentikan semua layanan perusahaan sambil menyandera data Anda.

Tabel di bawah ini menampilkan total kerugian dari ancaman data yang paling umum. Dapat kita lihat bahwa semua sumber ancaman data menargetkan data inti dan layanan bisnis Anda. Dengan merujuk pada tabel ini untuk merencanakan solusi keamanan yang menyeluruh, Anda dapat mengurangi pengeluaran yang tidak perlu hingga nol.
| DDoS(15%) | Data breach(10%) | Ransomware(50%) | |
| Source | External net Botnet | Brute force Spear-phishing | Brute force Whale-phishing |
| Method | Occupy system resources | Steal core data | Lock/delete core data |
| Losses | Business shutdown | Core data loss Business shutdown | Core data loss Business shutdown |
Solusi: Tingkat Keamanan Data Kelas Enterprise
Cara terbaik untuk mencegah kehancuran total data akibat ancaman-ancaman ini adalah dengan mempersiapkan diri sejak awal. Dengan persiapan yang matang, Anda dapat menghindari kerugian dan kerusakan besar. QSAN menggabungkan pengalaman bertahun-tahun dalam peralatan penyimpanan dan keamanan data untuk menyusun Security Trilogy, guna membantu Anda melindungi data inti bisnis dengan lebih baik.
Bagian Pertama: Perlindungan Data Inti
Biaya tersembunyi terbesar dari pemulihan akibat ancaman data adalah downtime. Oleh karena itu, perlindungan terbaik adalah pencegahan. Melalui kontrol akses dan enkripsi data, lapisan pertahanan awal ini dapat menjaga malware agar tidak masuk ke layanan bisnis sekaligus melindungi data inti secara menyeluruh.
Bagian Kedua: Pemulihan Cepat Lokal
Jika ancaman data benar-benar terjadi, penggunaan backup lokal untuk memulihkan atau mengganti layanan dapat secara signifikan mengurangi RTO hingga hampir 0. Dengan melakukan sinkronisasi lokal atau snapshot, Anda bisa membackup data inti tanpa memengaruhi performa sistem. Selain itu, dengan mengatur backup secara real-time, pemulihan bisa mencapai 100% dan RPO mendekati 0.
Bagian Ketiga: Perlindungan Backup di Lokasi Terpisah
Ketika sistem lokal gagal, cara tercepat untuk pulih adalah melalui backup jarak jauh. Backup jarak jauh yang baik dapat membantu Anda mengembalikan data sekaligus menjaga layanan tetap berjalan untuk menghindari downtime. Dengan perlindungan backup jarak jauh tingkat tinggi, kita dapat menurunkan RTO menjadi hitungan jam dan RPO menjadi 24 jam.
Dalam posting blog berikutnya, kami akan memperkenalkan lebih lanjut bagaimana mencegah ancaman data dan memulihkan layanan dengan cepat melalui Security Trilogy, sekaligus bagaimana cara mengurangi biaya terbesar dari ancaman data: downtime.
Praktik Terbaik Keamanan Data Proaktif
Postingan blog ini adalah yang pertama dalam QSAN Security Trilogy yang membahas pentingnya data inti dan pencegahan ancaman data. Untuk menjaga kelangsungan bisnis dan kepercayaan, organisasi harus memprioritaskan keamanan data sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar kotak centang kepatuhan. Dengan mengikuti QSAN Security Trilogy, Anda dapat pulih dengan cepat dari serangan dan menghindari downtime bisnis.
Sebaiknya membaca dan mengikuti Trilogy ini secara berurutan:
- Core Data Protection that you can use for preventing any data threats.
- Smart Quick Recovery helps you shrink RTO to a minimum.
- Offsite Recovery protects your service even when your local system is attacked.
Untuk mempelajari lebih lanjut tentang QSAN Security Trilogy untuk ransomware, silakan lihat sumber tambahan berikut:
